Minggu , Juli 26 2026

Guru SD Muhammadiyah 3 Pontianak Dibekali Literasi Keuangan Syariah dan Mitigasi Risiko Pinjol

Ibu Nurlia foto bersama peserta usai kegiatan.

Kalteng7.id, Pontianak – Guru Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak mengikuti kegiatan training dan edukasi Skill-Up Literasi Keuangan Syariah, tema yang diambil dalam kegiatan tersebut yakni Strategi Cerdas Meningkatkan Ketahanan Finansial dan Mitigasi Risiko Pinjol.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen Manajaemen Bisnis Syariah Fakultas Agama Islam UM Pontianak Ibu Nurlia, S.EI, M.Sc bersama tim praktisi keuangan syariah.

Dikatakan Nurlia, bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan guru sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko pinjaman online sejak dini.

Maraknya pinjol illegal dengan kemudahan akses dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan finansial keluarga, khususnya ketika tidak diimbangi dengan pemahaman keuangan yang memadai. Jelasnya kepada Kalteng7.id, Kamis 5 Februari 2026.

Katanya lagi, dalam kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman mengenai prinsip dasar keuangan syariah, konsep ketahanan finansial keluarga, serta risiko pinjaman online, baik yang legal maupun ilegal.

“Penekanan utama diberikan pada upaya pencegahan, yakni bagaimana mengenali ciri-ciri pinjol berisiko, memahami konsekuensi utang konsumtif, dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak,”ungkapnya.

Dirinya mengatakan pula, bahwa dalam penypaian materi dilakulan dengan praktis dan kontekstual sesuai dengan realitas kehidupan guru sehari-hari. Peserta juga diajak menyusun strategi pengelolaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah yang menekankan kehati-hatian, keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan, serta keberlanjutan finansial jangka panjang.

Pendekatan keuangan syariah diperkenalkan sebagai alternatif yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai etika dan ketenangan dalam pengelolaan keuangan. Dengan pemahaman ini, guru diharapkan mampu menghindari jebakan pinjol yang merugikan dan menjaga stabilitas keuangan keluarga.

Melalui kegiatan pengabdian ini, ucap Nurlia bahwa guru SD Muhammadiyah 3  diharapkan tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap risiko keuangan digital.

“Ke depan, para guru diharapkan dapat berperan sebagai agen literasi keuangan syariah di lingkungan sekolah dan keluarga, sehingga edukasi finansial dapat ditanamkan sejak dini secara lebih luas, sehingga mampu mengurangi angka guru yang terjerat pinjol illegal,”pungkasnya. (Rif)

About redaksi

Check Also

STIH Sampit Serahkan Raperda dan Naskah Akademik Tentang Pengelolaan Limbah Beracun ke DPRD

Kalteng7.id, Sampit– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Habaring Hurung Sampit kembali menyerahkan Raperda dan naskah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *